Let's Read! Ayo Tumbuhkan Minat Baca Pada Anak Sejak Dini


Saat masih kecil dulu, ada satu hal yang selalu ditunggu - tunggu oleh saya dan adik setiap minggu. Bukan abang tukang bakso, atau abang kue putu. Melainkan majalah anak edisi terbaru.

Majalah anak yang tak seberapa tebal itu isinya cukup beragam. Ada cerita pendek, cerita bersambung, komik pendek dengan tokoh - tokoh ikonik, serta pengetahuan umum seputar berbagai hal yang membuat saya dan adik termanggut - manggut.


Menumbuhkan minat baca anak
Majalah anak jaman dahulu kala / sumber gambar : GNFI.com

Kala itu, majalah anak memang cukup populer di kalangan anak - anak generasi 90-an. Maklum saja, pilihan hiburan kami tak sebanyak anak - anak jaman sekarang. Selain bermain boneka atau masak - masakan, paling - paling kami hanya bisa menonton TV, yang terkadang tiang antenanya harus diputar - putar  untuk mendapatkan kualitas gambar yang tetap saja, layarnya seperti sedang kesemutan.


Begitu menariknya majalah anak itu, sehingga saya dan adik bisa menamatkan isinya hanya dalam 2 hari saja.

Begitu menginspirasinya majalah anak itu, sehingga membuat saya tergerak untuk turut serta mengirimkan cerpen dan puisi ke penerbit majalah tersebut. Meski tak berbalas hadiah uang atau bingkisan, rasanya tetap girang bukan kepalang melihat puisi saya terpilih untuk ditampilkan, bersanding dengan karya teman - teman lainnya dalam salah satu edisi majalah.

Sadar putri - putrinya mulai gemar membaca, akhirnya ayah kami pun memutuskan untuk berlangganan majalah anak lainnya. Woow, betapa girangnya hati kami.

Apalagi ketika beliau membelikan satu set buku ensiklopedia yang tergolong mewah pada saat itu. Buku ensiklopedia ini bahkan sampai sekarang masih saya simpan untuk nanti dibaca anak - anak ketika mereka sudah benar - benar mahir membaca.

Menumbuhkan minat baca anak
Buku Ensiklopedi Anak Nasional

Setelah menjadi seorang ibu, tentunya saya ingin agar anak - anak saya, Una dan Kira juga gemar membaca. Supaya mereka turut merasakan manfaat membaca seperti yang sudah saya rasakan sejauh ini. Lalu bagaimana cara saya menumbuhkan minat baca pada anak? Kita tengok video dibawah ini dulu ya.




1. Mengenalkan buku pada anak sedini mungkin

Hal pertama yang saya lakukan untuk menumbuhkan minat baca pada anak, tentu saja dengan mengenalkan buku pada mereka. 

Terutama pada 1000 hari pertama kehidupan anak, dimana pada masa ini, sel - sel saraf otak berkembang  pesat hingga 70-80%, dengan daya serap yang tinggi. Sehingga stimulasi yang kita berikan pada 1000 hari pertama anak, akan berpengaruh pada perilakunya di masa mendatang.  Stimulasi disini, salah satunya termasuk aktivitas mengenalkan buku yang dapat menstimulasi otak kanan anak.

Dengan mengenalkan buku pada anak sejak usia dini, harapannya, anak - anak akan akrab dan terbiasa dengan buku, hingga dewasa nanti.

Buku - buku yang kita perkenalkan pada anak, tentunya juga harus disesuaikan dengan tahapan usia mereka ya.

Buku pertama yang saya kenalkan pada anak di usia bayi, adalah buku bantal. Bentuknya lucu, penuh warna dan bisa dibuka - buka layaknya buku biasa. Karena terbuat dari kain, buku seperti ini juga sangat aman, serta bisa difungsikan sebagai mainan.

Ketika anak sudah bisa duduk dan mulai belajar mengontrol gerakan tangan, saya mulai memberikan buku - buku penuh gambar berbahan kertas yang tebal agar tidak mudah rusak, mudah dibolak balik, sekaligus merangsang motoriknya.

Barulah kira - kira pada usia 9 - 12 bulan, ketika anak mulai belajar berbicara, mulai belajar berkomunikasi, saya mulai kenalkan anak dengan buku - buku cerita bergambar.

Menumbuhkan minat baca anak

Seiring dengan pertambahan usia anak, terutama menjelang usia pra sekolah, selain buku cerita, saya juga gemar sekali membelikan buku - buku aktivitas anak sesuai dengan tahap usia mereka. Manfaatnya tidak hanya untuk mengisi waktu luang, tapi juga untuk merangsang kecerdasan serta mengembangkan kemampuan kognitifnya.

2. Membacakan buku untuk anak

Satu aktivitas yang tidak bisa lepas ketika kita mengenalkan buku ke anak adalah, membacakan buku untuk mereka. Apalagi untuk anak - anak usia dini yang memang belum bisa membaca.

Membaca disini, tidak sekedar membacakan bait - bait tulisan yang tertera di buku saja. Tapi menyampaikan isi bacaan pada anak dengan sejelas - jelasnya, dengan gaya membaca yang atraktif agar anak - anak menyukainya. Terlebih pada buku cerita anak yang biasanya memiliki tokoh - tokoh karakter di dalamnya.

Coba deh perhatikan. Ketika kita membacakan cerita dengan suara nyaring,  mimik wajah ekspresif, serta intonasi suara yang berbeda - beda untuk setiap tokoh cerita, anak - anak pasti sangat antusias.

Narasi buku cerita anak biasanya sarat pesan dan nasihat, atau hubungan sebab akibat atas suatu tindakan. Dan ketika kita membacakan buku cerita dengan gaya bercerita yang menarik, pesan yang dimaksud dalam buku akan lebih mudah tersampaikan pada anak. Hal ini sekaligus dapat mengembangkan moral dan rasa empati anak juga lho.

Misalnya saja ketika tokoh dalam cerita sedang bersedih. Lewat intonasi suara dan ekspresi wajah yang kita tunjukkan, anak juga bisa turut merasakan kesedihan tokoh tersebut.


Una, Kira dan koleksi bukunya
Di jaman digital seperti sekarang, media untuk membacakan buku cerita anak, tidak terbatas pada buku berwujud fisik saja. Tapi bisa juga lewat media online berwujud aplikasi. Sangat praktis sehingga kita bisa bercerita dimana saja.

Contohnya seperti aplikasi Let's Read - Digital Library of Children's Books  yang bisa teman - teman unduh disini.

Menumbuhkan minat baca anak
Sumber : asiafoundation.org

Aplikasi Let's Read ini diprakarsai oleh program Books for Asia, the Asia Foundation, dengan semangat tujuan untuk menumbuhkan minat baca pada anak - anak. Dalam satu aplikasi ini kita bisa menikmati beragam cerita gambar berkualitas untuk anak.

Meskipun pilihan cerita yang disediakan sangat banyak, kita tidak akan kebingungan untuk memilih. Karena aplikasi ini dilengkapi dengan filter yang terletak di laman pencari, yang memudahkan kita dalam memilih preferensi cerita yang hendak dibaca.

Filter yang pertama adalah jenis bahasa. Di dalam aplikasi Let's Read, satu cerita terdiri dari berbagai macam bahasa. Termasuk bahasa - bahasa daerah, khususnya negara Asia. Jadi jangan heran kalau kita menemukan buku Bahasa Sunda, Jawa, Minangkabau, atau buku berbahasa daerah dari negara lainnya. Dengan demikian, kita juga bisa sekaligus mengenalkan bahasa daerah dengan mudah pada anak.

Menumbuhkan minat baca anak
Filter yang kedua adalah level tingkat bacaan yang disesuaikan dengan usia anak. Mulai dari buku pertamaku yang berisi cerita sederhana untuk anak usia dini, hingga buku tingkat 5 untuk anak - anak yang sudah lancar membaca. 

Karakteristik  dari ragam cerita di aplikasi Let's Read adalah, setiap halaman berisi 1 gambar disertai kalimat ringkas sebagai cerita penjelas dari gambar tersebut. Karena tulisannya tidak bertele - tele, anak juga jadi tidak bosan saat membacanya. Ilustrasi gambar yang disajikan juga sangat menarik, membuat kita bisa mengembangkan cerita berdasarkan objek - objek yang ada di gambar.

Menumbuhkan minat baca anak

Menumbuhkan minat baca anak
Ilustrasi gambar di Let's Read sangat menarik

Filter yang ketiga adalah filter label atau genre buku. Ada 12 label yang bisa kita pilih, menyesuaikan selera anak. Kalau Una dan Kira paling doyan dengan cerita hewan. Setiap diajak membeli buku cerita, juga selalu cerita hewan yang dipilih. Tapi sesekali saya pilihkan juga cerita - cerita yang lain agar variatif. Apalagi di Let's Read ini ceritanya variatif sekali. Sayang dong kalau tidak dibaca - baca.


Menumbuhkan minat baca anak

Perpustakaan digital Let's Read adalah salah satu aplikasi edukatif pilihan, yang dapat membantu orangtua dalam menumbuhkan minat baca anak. Karena berwujud aplikasi dalam gadget, yang tentunya cukup familiar untuk anak - anak era digital.

Penasaran dengan Let's Read? Unduh saja aplikasinya di Google Play Store.

3. Konsisten membaca

Sebanyak apapun buku koleksi anak, akan percuma saja kalau jarang dibaca. Jadi menurut saya, yang paling penting sih konsistensi orangtua dalam mendampingi anak untuk mengenal buku, membacakannya buku, agar minat bacanya tumbuh subur.

Segala yang dilakukan secara konsisten, tentunya akan menjadi habbit atau kebiasaan, bukan?

Dalam sehari, luangkanlah waktu untuk mengajak anak membuka - buka buku. Sebisa mungkin, tempatkan buku - buku ditempat - tempat yang biasa disambangi anak. Bisa di kamar tidur, ruang bermainnya, atau di ruang keluarga.

Nah, kebiasaan lain yang selama ini sudah berjalan di keluarga kami adalah, membacakan cerita untuk Una dan Kira sebelum tidur. Karena memang sudah terbiasa, jadi anak - anak pasti akan menagih jika orangtuanya absen membacakan buku.


Menumbuhkan minat baca anak
Membacakan cerita untuk anak sebelum tidur
Membacakan cerita untuk anak sebelum tidur nggak perlu berlama - lama kok. Tak sampai 10 menit untuk setiap sesi bercerita sebelum tidur, tapi setiap hari. Yang sedikit tapi dilakukan setiap hari ini, tidak hanya mempererat bonding orangtua dengan anak, tapi juga turut berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan mendengar anak dan menumbuhkan minat bacanya.


"Pipih itu apa, mah?", "Menjalar itu apa maksudnya?", tanya Kirana setiap ia mendengar kata - kata asing dari cerita - cerita yang saya perdengarkan padanya.

Ternyata, kata - kata yang menurut kita terdengar sederhana dan biasa saja, bisa jadi adalah kata - kata baru bagi anak kita.

Begitulah manfaat yang paling terasa ketika anak banyak dibacakan buku. Perbendaharaan kosakatanya akan semakin meningkat. Yang mana, hal ini juga sangat baik untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi mereka.

Semakin banyak kosakata yang diserap oleh anak, maka anak juga akan lebih mudah mengekspresikan berbagai hal yang ada di pikirannya.

Tak hanya itu, buku juga mengantarkan anak pada banyak pengetahuan baru dan hal - hal baru lainnya. Ketika anak memiliki wawasan yang luas, kepercayaan dirinya akan meningkat. Wawasan yang luas juga turut meningkatkan prosentase kesuksesan anak di masa mendatang.




Genre buku tertentu juga membantu orangtua dalam mengembangkan karakter anak. Misalnya pada buku - buku cerita anak, cerita fabel, yang banyak mengajarkan soal nilai - nilai kehidupan.

Untuk buku - buku semacam itu, setelah  bercerita, kita bisa berinteraksi  dan berdiskusi dengan anak. Tentang apakah mereka sudah mengerti hikmah ceritanya? Tokoh mana yang baik? Tokoh mana yang tidak baik? Dan seterusnya.

Lalu ketika buku sudah menjadi teman bagi anak, terkadang, anak juga justru lebih mendengarkan apa kata buku dibanding apa kata orangtua, meskipun pesannya sama.

Sebagai contoh, pernah pada suatu masa, saya begitu kepayahan mengajarkan toilet training pada Una. Padahal usianya sudah sangat cukup untuk bisa mengungkapkan keinginan  buang air kecil ke kamar mandi. Beberapa kali dalam sehari, Una masih saja mengompol, meskipun sudah selalu saya ingatkan untuk minta diantar ke kamar mandi jika sudah kebelet.

Namun begitu saya bacakan cerita tentang anak macan yang sedang belajar toilet training, hari itu juga Una langsung lulus toilet training. Alamak!

Menumbuhkan minat baca anak

Aih. Masih banyak manfaat membaca buku lainnya untuk anak. Sehingga sayang sekali jika orangtua melewatkan mengenalkan buku pada anak sejak usia dini.
Menurut data Most Littered Nation In the World, yang dilakukan oleh Central Connecticut State University (CCSU) pada Maret 2016 lalu, tingkat minat baca di negara kita menduduki peringkat ke-60, dari 61 negara yang disurvey.

Sepintas memang terlihat memprihatinkan ya. Namun sejauh ini pengalaman menunjukkan, bahwa anak - anak sebenarnya tak pernah menolak saat disodorkan buku, dibacakan buku, apalagi jika bukunya menarik, penuh gambar dan warna.

Jadi kalau saya sih masih optimis bahwa suatu saat nanti Indonesia akan mampu menduduki peringkat teratas dalam hal minat baca, selama kita mampu memupuk dan merawat minat baca anak - anak kita.

Apalagi di jaman sekarang mencari sumber bacaan untuk anak bisa dari mana saja.

Kalau membeli buku dirasa memberatkan, kita bisa ajak anak ke perpustakaan di wilayah tempat tinggal kita. Perpustakaan jaman sekarang banyak yang sudah berkonsep modern, ramah anak, dengan koleksi buku yang lengkap. Dan, kebanyakan juga hanya memungut biaya keanggotaan yang harganya cukup terjangkau. Selebihnya, anak bisa meminjam buku dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara gratis.

Kalau mengajak anak ke perpustakaan juga masih dirasa memberatkan, kita bisa mencari sumber bacaan untuk anak via media online, seperti aplikasi Let's Read yang sudah saya unduh ini. Terlebih di masa pandemi yang menuntut kita untuk lebih banyak di rumah saja, alih - alih jalan - jalan ke toko buku atau ke perpustakaan, aplikasi Let's Read bisa menjadi sumber bacaan baru yang menyegarkan untuk anak.


Menumbuhkan minat baca anak

Kini, tak ada alasan untuk anak - anak kita tak bisa membaca buku, mengingat banyaknya sarana membaca yang sudah ada. Tinggal kemauan orangtua saja, untuk mendampingi anak dalam menumbuhkan minat bacanya.

Semangat yuk mom!

1 Response to "Let's Read! Ayo Tumbuhkan Minat Baca Pada Anak Sejak Dini"

  1. Wah, keren toilet training jadi sukses berkat bukunya ya! Asyik ya aplikasi ini membuat kita punya buku bacaan melimpah untuk anak

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel