1000 Hari Kehidupan Pertama Ananda untuk Masa Depannya







Menjadi orangtua bukanlah tugas yang mudah. Karena ada kehidupan lain yang harus kita jaga dengan segenap jiwa raga. Buah hati tercinta. Apalagi pada usia dini, dimana mereka masih menggantungkan seluruh hidupnya pada kita. Sebagai orangtua, tentunya kita memegang tanggung jawab penuh atas kehidupan anak kita. Seperti apa anak  kita di masa depan nanti, itu semua adalah buah hasil didikan kita. Kitalah yang membentuknya bahkan sejak ia berada dalam kandungan.

Adapun hari - hari yang menentukan kualitas kehidupan anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupannya, yang dimulai sejak masa kandungan hingga usia 2 tahun. Apa yang terjadi pada 1000 hari kehidupan ini akan memberikan konsekuensi yang panjang di masa yang akan datang. Mulai dari perkembangan fisik, kesehatan, kecerdasan, karakter hingga kepribadian anak.

Karena 1000 hari pertama kehidupan ananda tidak bisa terulang, yuk kita optimalkan 1000 hari pertamanya. Salah satunya adalah dengan pemenuhan gizi dan pola makan yang baik. Agar anak kita tumbuh cerdas, sehat, dan berkembang sesuai usianya.


Pengaruh pola makan ibu hamil terhadap perkembangan janin


Dalam selembar foto USG pertama yang diberikan oleh dokter kandungan pada saya, saat itu yang terlihat hanya sebuah lingkaran dengan titik hitam di dalamnya. Sejujurnya, banyak kekhawatiran yang tersimpan dalam hati. Apakah janin ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik? Apakah jari - jarinya akan lengkap? Apakah wajahnya nanti sempurna? Dan lain sebagainya.

Saya bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk anak - anak saya. Terlebih lagi, ibu memang memiliki andil besar dalam proses perkembangan janin selama dalam kandungan. Terutama dalam hal pemenuhan gizi, karena apa yang ibu makan, janin juga ikut mengecap sari - sarinya.

Trimester pertama adalah saat - saat paling penting. Karena pada masa ini organ - organ tubuh mulai terbentuk. Mulai dari tangan, kaki, jari - jari, bakal gigi, paru - paru, otak, aliran darah, hingga detak jantung janin.

Tentunya ada zat - zat penting yang dibutuhkan dalam proses pembentukan janin. Seperti asam folat, protein, kalsium, zat besi, vitamin dan mineral. Kekurangan zat tertentu  akan berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Oleh karena itu, ibu hamil harus memastikan zat - zat penting ini masuk dalam tubuhnya lewat pola makan yang tepat agar pertumbuhan janin bisa optimal.

Menjaga pola makan, itulah yang saya lakukan selama masa kehamilan. Saya makan 5 hingga 6 kali sehari dalam porsi kecil. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah,  disiplin minum multivitamin dari dokter,  serta rajin minum susu hamil di pagi dan sore hari. Sebagai penggemar keripik dan cemilan asin lainnya, cemilan saya berubah menjadi kurma, almond, dan cemilan lain yang baik untuk janin. Selanjutnya, saya menghindari teh, kopi dan libur makan mie instan.

Dengan menjaga pola makan selama masa kehamilan, alhamdulillah dua putri saya, Kirana dan Aruna, lahir secara spontan dalam keadaan sehat walafiat dan normal seperti bayi pada umumnya.


Pemenuhan gizi dan pola makan anak sejak kelahiran hingga usia 1 tahun


Sesaat setelah kelahiran, saya melakukan Inisiasi Menyusui Dini pada putri - putri saya agar mereka mendapatkan manfaat kolostrum. Kolostrum ini merupakan cairan ASI pertama yang dipersiapkan Tuhan sebagai asupan pertama bayi karena mengandung antibodi, imunoglobulin yang tinggi, dan segudang manfaat untuk bayi. Oleh karenanya, pemberian kolostrum sangat penting untuk segera diberikan pada bayi ketika ia lahir.

Karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, maka saya berkomitmen untuk memberikan ASI eksklusif. Eksklusif disini berarti pemberian ASI saja tanpa tambahan apapun meskipun hanya seteguk air. Walau hanya minum ASI hingga usia 6 bulan, terbukti putri - putri saya tumbuh sehat. Saya juga berkomitmen untuk menyempurnakan pemberian ASI hingga usia anak 2 tahun. Tentunya, didukung juga dengan tetap menjaga pola makan selama menyusui agar ASI yang dihasilkan berkualitas.



Masa pemberian MPASI pada usia 6 bulan biasanya paling ditunggu - tunggu karena pada masa ini kita mulai mengenalkan ragam makanan yang sesungguhnya pada anak. Sejak awal masa pemberian MPASI, saya selalu berusaha memberikan makanan sehat alami buatan sendiri untuk putri - putri saya. Karena makanan buatan sendiri dijamin lebih sehat, bersih, higienis dan gizinya juga lebih optimal.

Usia 6 - 7 bulan, saya mulai  MPASI dengan pemberian buah, sayuran rendah serat dan karbohidrat kompleks mudah cerna  dalam bentuk puree atau jus tunggal. Frekuensi pemberiannya adalah pada pagi dan sore hari.

Usia 7 - 9 bulan, saya mulai mengenalkan ragam protein dan citarasa makanan kombinasi sederhana. Seperti puree kentang brokoli, bubur lembut nasi tempe, bubur lembut wortel tahu, dan lain - lain. Frekuensi pemberiannya pada siang dan sore hari. Sedangkan jus buah biasanya saya berikan ketika bangun tidur.

Usia 9 - 10 bulan, saya mulai menaikkan tekstur makanan dalam bentuk bubur saring atau nasi tim, dan menyajikannya dengan bahan pelengkap lain seperti kaldu, minyak zaitun, santan peras atau yoghurt tawar. Frekuensi pemberiannya pada pagi, siang dan sore hari. Jus buah tetap saya berikan ketika anak bangun tidur.

Usia 10 - 12 bulan, saya mengolah MPASi menggunakan bumbu - bumbu dapur seperti halnya makanan orang dewasa. Hanya saja tanpa tambahan gula dan garam. Karena pemberian gula dan garam terlalu dini sebelum usia 1 tahun dikhawatirkan dapat memperberat kinerja ginjal serta meningkatkan resiko hipertensi, diabetes atau penyakit ginjal saat dewasa. Saya juga mulai memberikan cemilan biskuit bayi dan cemilan bayi lainnya yang umum dijual di supermarket.



Sedangkan pada usia 1 hingga 2 tahun, anak - anak mulai saya kenalkan dengan susu UHT dan table food atau makanan  orang dewasa. Idealnya, anak - anak juga mulai dikenalkan dengan pola makan gizi seimbang. Dimana pola makan ini mengajak kita untuk banyak minum air putih dan makan beraneka ragam makanan yang diperlukan tubuh dengan takaran tertentu dalam 1 piring. Yaitu karbohidrat (35%), protein (35%), sayur (15%) dan buah (15%).



Pada masa - masa ini tak jarang anak mogok makan atau sulit makan yang membuat ibu pusing kepala. Agar anak berselera makan kembali, akhirnya saya sering berkreatifitas di dapur membuat aneka makanan yang disukai anak, seperti nugget homamade, bola - bola nasi sayur, galantin sayur dan lain sebagainya.


Dengan disiplin menerapkan pola makan sehat, terbukti anak - anak saya tumbuh sehat, jarang sakit dan tumbuh berkembang sesuai usianya.

***

Pola makan yang sehat pada 1000 hari pertama kehidupan anak tidak hanya membuat perkembangan fisik dan otaknya menjadi optimal sehingga terhindar dari stunting atau gagal tumbuh. Pola makan sehat juga menanamkan kebiasaan baik pada anak yang akan berpengaruh untuk kesehatannya di masa mendatang. Generasi sehat dan cerdas pada usia produktif tentunya akan meningkatkan kualitas dan daya saing bangsa kita. Lalu, sudahkah kita menerapkan pola makan yang baik untuk anak - anak kita?

#1000HariTerbaik

#1000HariPertamaAnanda

0 Response to "1000 Hari Kehidupan Pertama Ananda untuk Masa Depannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel