Gimana Ya Kalau Anak Lagi Sakit?


Kondisi anak sakit memang membawa kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Tapi bagaimanapun juga anak masih bergantung sepenuhnya kepada kita. Jadi meskipun mulanya panik dan cemas, hal pertama yang harus ditunjukkan orang tua saat menghadapi anak sakit adalah tenang dulu, sabar. Baru kemudian berikhtiar demi kesembuhan si kecil. 

Kurang lebih sebulan yang lalu, kedua anakku sakit bergiliran. Mulanya si sulung Kirana terlihat lemas, mengantuk dan hanya berbaring saja di tempat tidur. Padahal biasanya anak ini paling susah disuruh tidur, maunya main melulu dan bergerak kesana kemari. Naluriku sebagai seorang ibu mengatakan sepertinya Kirana mau sakit. Dan benar saja, tak berapa lama kemudian suhu tubuhnya naik hingga 38 derajat celcius. Ah, kalau anak sudah demam begini aku selalu resah, makan tak enak, tidur juga tak nyenyak. Kalau bisa sakitnya dipindah ke mamanya saja, karena melihat anak sakit sungguh tak tega rasanya.

Karena keluhannya hanya pusing dan mual saja, aku tak membawa Kirana ke dokter. Selama 3 hari demam Kirana naik turun, dan di hari ke 4 muncul ruam merah gatal di area punggung, perut, tangan dan kaki. Dulu adiknya pernah sakit seperti ini juga.

"Campak ringan, kalau sudah keluar ruam merah gatal - gatal berarti sudah mau sembuh. Dikasi bedak gatal saja, nanti 2-3 hari hilang gatalnya.", begitu kata bu Dewi Amirasari dokter anak langgananku.

[caption width="720" align="aligncenter"] Sedihnya kalau anak lagi sakit :([/caption]
Meskipun tidur sudah dipisah dan dijauh jauhkan dari kakaknya, ternyata si adek akhirnya ketularan juga. Di hari ke 4 setelah kakak mulai gatal - gatal, si adek Aruna gantian demam. Duh, kalau Aruna yang sakit perhatiannya harus lebih extra karena Aruna punya riwayat kejang demam. Termometer harus selalu di tangan dan sebentar sebentar cek suhu badan. Beberapa kali Aruna mengalami kejang karena demam tinggi dan semuanya terjadi di pelukanku. Saat melihat Aruna kejang - kejang aku selalu shock dan menangis. Meskipun menangis dan tangan gemetaran namun aku harus berusaha tenang dan bergerak cepat memberikannya obat pemutus kejang yang selalu tersedia di lemari pendinginku.

Untungnya waktu itu demamnya tidak tinggi, jadi aku sedikit tenang. Sama seperti kakaknya, hari ke 4 muncul ruam merah gatal di badan Aruna, dan 3 hari kemudian gatal - gatalnya sudah hilang. Anak - anak kembali sehat ceria, aku pun bahagia walaupun sedikit teler karena kurang tidur berhari - hari.

Ada beberapa hal yang menjadi catatanku saat menangani anak sakit, antara lain

Periksa gejala
Kita perlu tahu betul apa saja yang dirasakan anak saat sakit. Apakah kepalanya pusing? Apakah perutnya mual? Apakah tenggokannya sakit? Mintalah pada anak untuk menginfokan semua hal yang dirasakannya pada saat itu agar orangtua bisa mengetahui treatment seperti apa yang sebaiknya dilakukan  atau mengaitkannya dengan gejala penyakit tertentu.
Jika anak sudah besar dan pandai berkomunikasi tentu cukup mudah untuk mengetahui hal - hal yang dirasakannya saat sakit. Namun untuk bayi atau balita yang belum bisa berbicara dan hanya bisa menangis tentunya gampang - gampang susah untuk mengorek info darinya. Jadi, orangtua harus pandai - pandai melihat gejala - gejala penyakit pada anak melalui gelagat, gerakan tubuh, ekspresi wajah, maupun kondisi umum pada tubuh anak.

Pemberian obat
Meskipun saat anak sakit tidak harus selalu minum obat, namun persediaan obat untuk penyakit umum dan ringan menurutku perlu sebagai bentuk pencegahan awal. Contohnya obat turun panas, sirup obat batuk, obat anti virus, minyak kayu putih, balsem untuk pilek, dan sebagainya. Kalau bisa obat - obatan tersebut sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak supaya jenis dan dosisnya tepat.
Saat anak akhirnya harus berkunjung ke dokter dan mendapat resep obat - obatan, orangtua harus memastikan anak untuk meminum obatnya secara teratur. Terkadang memberikan obat kepada anak sedikit menantang karena mereka cenderung menolak. Jadi, orangtua harus punya 1001 cara agar anaknya mau minum obat.

Memilih dokter anak yang pas untuk anak kita juga penting, karena tiap dokter seringkali berbeda teori, berbeda pandangan dan berbeda treatment. Aku sendiri setelah beberapa kali ganti DSA akhirnya ketemu juga DSA yang bener - bener klik di hati. Jadi aku tidak pernah ragu dengan obat yang diresepkannya.

Asupan makanan yang tepat
Asupan makanan yang tepat saat anak sakit sangat penting untuk membantu proses penyembuhannya. Perhatikan jenis - jenis makanan yang mesti dihindari saat sakit tertentu, misalnya tidak memberikan makanan yang berminyak atau minuman dingin saat anak batuk.
Biasanya makanan yang nyaman dan aman untuk diberikan pada anak saat sakit adalah makanan yang hangat berkuah seperti sup ayam, soto, bubur. Tapi semuanya dikembalikan ke selera anak, karena saat sakit biasanya anak selalu susah makan karena nafsu makannya terganggu. Saat sakit, aku selalu meminta anakku memilih apapun makanan yang dia mau. Yang penting pokoknya harus makan.

Menaikkan daya tahan tubuh anak
Menaikkan daya tahan tubuh anak dapat dilakukan dengan pemberian multivitamin yang banyak dijual di pasaran atau diresepkan dokter. Madu atau sari kurma juga bisa diberikan saat anak sakit sebagai penambah vitamin. Menaikkan daya tahan tubuh saat anak sakit diharapkan membuat anak lekas pulih dari sakitnya.
Menghibur dan memotivasi anak
Saat anak sakit tak jarang ia menjadi lebih rewel atau uring - uringan karena kondisi tubuhnya yang tak nyaman. Apalagi jika ditambah susah makan dan susah minum obat. Orangtua pasti pusing kepala dibuatnya. Kadang - kadang sulit memahamkan kepada anak balita bahwa ia harus minum obat dan makan yang banyak agar cepat sembuh.
Salah satu cara yang selalu kulakukan agar anak mau makan dan minum obat dengan ikhlas tanpa harus dipaksa paksa adalah dengan memotivasinya. Misalnya kalau sudah sembuh nanti diajak main ke playground atau berenang. Cara paling efektif adalah dengan memperlihatkan mainan - mainan yang dijual di toko online, kemudian meminta anak memilih 1 yang ia suka. Mainan itu bisa dimilikinya jika mau makan dan minum obat secara teratur.

Jangan lupa untuk selalu menghibur dan menenangkan anak, dengan disayang - sayang, dipijat - pijat, dan pastikan ke anak kita akan menemaninya selalu sampai sembuh. Sentuhan dan motivasi dari orangtua tentunya memberikan energi positif kepada anak sehingga membantu proses kesembuhannya.

Jagalah kebersihan si kecil
Agar anak nyaman, gantilah pakaiannya secara rutin, dan bersihkanlah tempat tidurnya secara teratur. Jika anak tidak bisa mandi karena pusing atau demam tinggi, kita bisa menyekanya dengan air hangat sambil berbaring di tempat tidur.
Berdoa
Orangtua harus bersabar karena merawat anak sakit seringkali menguras fisik, pikiran dan emosi. Jangan lupa untuk selalu berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan agar anak disehatkan kembali dan dijauhkan dari segala penyakit.

[caption width="1080" align="aligncenter"] Yang harus diperhatikan saat anak sakit[/caption]
Saat anak sakit, biasanya yang terlintas pertama kali di pikiranku adalah segera membawanya ke dokter. Tujuannya apalagi supaya anak segera sembuh. Aku pernah ditegur DSA ku karena memeriksakan anakku yang baru demam sehari. Jadi, dokter sendiri mengatakan saat anak sakit tak selalu harus cepat - cepat dibawa ke dokter. Beberapa penyakit pada anak dapat disembuhkan sendiri dengan mekanisme pertahanan tubuhnya, dengan disertai perawatan yang tepat di rumah. Tentunya orangtua juga harus membekali diri dengan pengetahuan tentang penyakit pada anak, serta harus tahu saat yang tepat untuk memeriksakan anak ke dokter. Penyakit - penyakit langganan yang biasanya menyerang anak dan perawatannya dapat dilakukan secara mandiri di rumah antara lain :

Demam
Demam merupakan kondisi suhu tubuh yang meninggi karena sistem pertahanan tubuh sedang melawan virus atau bakteri. Demam pada umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pada anak kecil demam biasanya terjadi saat anak mau tumbuh gigi, reaksi karena imunisasi, masuk angin, hendak flu, hendak diare, dsb.
Perawatan anak demam
1.Beri obat penurun panas
Salah satu kesalahanku yang mengakibatkan Aruna kejang demam adalah terlambat memberikan obat. Umumnya anak – anak bisa diberikan obat turun panas saat suhu tubuhnya mencapai 38derajat celcius. Tapi untuk Aruna, sesuai anjuran dokter, saat suhu tubuhnya sudah 37.5 derajat celcius harus segera diberi obat dan pemberiannya bisa tiap 4 jam sekali sampai demamnya benar - benar turun.
Tiap anak berbeda kondisi. Ada anak yang daya tahan tubuhnya kuat dan tak perlu minum obat saat demam. Kenali selalu kondisi tubuh anak kita. Tapi biasanya suhu tubuh tinggi membuat anak tak nyaman dan tak doyan makan. Jadi obat penurun panas membantu menurunkan suhu tubuh anak, harapannya agar anak lebih nyaman dan lebih enak makan, karena asupan makan tentunya sangat penting dalam membantu proses penyembuhan.


2.Selalu pantau suhu badan
Kesalahan orangtua yang lain saat anak sakit adalah melakukan cek suhu badan dengan menempelkan tangan ke kening anak, dengan parameter kira - kira 'kayaknya' sumeng, anget, atau panas. Ini salah banget. Selalu gunakan termometer untuk mengecek suhu badan anak saat sakit karena hasilnya lebih jelas dan akurat.
3.Kenakan pakaian yang tipis longgar
Tujuannya adalah agar hawa panas pada anak lebih mudah keluar. Mengenakan pakaian tebal dan selimut tebal pada anak saat demam justru berbahaya karena dapat semakin meningkatkan suhu tubuh anak.
4.Kompres air hangat
Jangan salah. Kompres yang benar saat demam adalah menggunakan air hangat suam - suam kuku pada leher, lipatan ketiak, lipatan paha atau punggung.
5.Banyak minum
Banyak minum saat demam dapat membantu membuang racun dan zat sisa di dalam tubuh, melancarkan peredaran darah dan mempercepat proses penyembuhan. Banyak minum juga menghindari dehidrasi, mendinginkan organ tubuh, menggantikan cairan yang hilang dan mengganti mineral yang keluar dari tubuh. Pada bayi dapat dilakukan dengan pemberian asi sesering mungkin.
6.Metode skin to skin
Pada bayi, metode menurunkan demam yang cukup efektif adalah dengan pelukan orangtua ke bayi dengan catatan saat berpelukan, kulit bayi dan orangtua bersentuhan langsung, sehingga panas anak "merambat" ke permukaan kulit ayah/ ibu yang memeluknya.
7. Irisan bawang merah, asam jawa dan minyak telon.
Resep ini kudapat dari ibu dan kuterapkan pada anak - anak saat demam. Caranya yaitu dengan memarut beberapa butir bawang diremas - remas dengan minyak telon dan sedikit asam jawa, kemudian dibalurkan ke tubuh anak. Bawang merah dipercaya dapat melebarkan pembuluh darah dan membantu menurunkan suhu tubuh saat demam.
Kapan harus ke dokter
Orangtua bisa segera ke dokter saat anak mengalami demam tinggi diatas 40 derajat atau masa demam sudah melebihi 72 jam. Juga ketika demam disertai keluhan lain yang mengkhawatirkan, seperti muntah - muntah, sakit kepala, lemas, nyeri sekujur badan, yang bisa jadi tanda penyakit lain yang lebih serius.
Batuk dan pilek
Boleh dibilang batuk pilek adalah penyakit langganan para balita. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan mudah sekali menular. Perawatan batuk pilek untuk anak cukup sederhana, antara lain dengan banyak minum air hangat serta dengan menjaga suhu tubuhnya tetap hangat dengan sering memberikan minyak telon di area punggung, dada dan leher. Ramuan sesendok makan lemon yang dicampur dengan madu juga ampuh mengatasi batuk pilek pada anak, karena kandungan vitamin C nya yang tinggi. Namun tidak semua anak tahan dengan rasa asam lemon meski sudah dicampur madu
Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter jika batuk anak memburuk dan tak kunjung sembuh dalam 3-5 hari. Juga ketika batuk pilek disertai bunyi ngik ngik yang merupakan pertanda asma
Diare
Biasanya diare sering dikaitkan dengan salah makan. Penyebabnya karena virus, bakteri atau parasit. Ada juga anak yang terkena diare karena pengaruh obat, atau alergi jenis makanan tertentu seperti susu sapi, telur, dan sebagainya.
Perhatikan selalu asupan cairan anak saat diare agar tidak dehidrasi. Makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat diare sebaiknya yang banyak mengandung karbohidrat untuk mengembalikan energi, seperti nasi putih atau bubur serta makanan berkuah. Apel dan pisang juga baik untuk dikonsumsi anak saat diare. Kemudian hindari makanan/minuman yang mengandung gas, susu, serta makanan berlemak dan berminyak.

Kapan harus ke dokter
Saat diare, anak perlu segera dibawa ke dokter saat menunjukkan gejala dehidrasi seperti buang air kecil menjadi jarang, bibir kering, berat badan turun, mata cekung, air kencing berwarna lebih tua dari biasanya, dan elastisitas kulit menurun.
Terkadang diare juga disertai muntah atau yang dikenal dengan muntaber. Anak juga perlu segera dibawa ke dokter bila mengalami muntah terus menerus atau terdapat darah saat diare.

Tantangan dalam masa perkembangan anak adalah berbagai penyakit yang mudah menyerang anak karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Menjaga kesehatan anak dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain :

Imunisasi
Imunisasi itu penting sebagai benteng pencegahan dari berbagai penyakit, oleh karenanya imunisasi menjadi program wajib dari pemerintah. Imunisasi tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga lingkungan dari berkembangnya suatu penyakit agar tidak mewabah, seperti pentakit difteri yang akhir - akhir ini mulai muncul kembali. Imunisasi juga melindungi anak - anak lain yang tidak bisa diimunisasi karena suatu penyakit atau alergi sehingga daya tahan tubuhnya lemah dan rentan terkena penyakit.

[caption width="349" align="aligncenter"] Sumber : benswritingrunningmom.me[/caption]
Terlepas dari pro kontra teori konspirasi atau halal haramnya vaksin untuk imunisasi, aku memilih untuk percaya kepada pemerintah dan percaya manfaat imunisasi.

Tidur siang
Tidur siang pada anak bermanfaat untuk mengistirahatkan badan anak setelah lelah berkegiatan atau beraktivitas di sekolah. Selain itu juga bermanfaat untuk perkembangan tubuh dan otak anak.
Dilansir dari kompas.com, jam tidur yang baik bagi anak yaitu
- Usia 2 tahun, perlu total waktu 13 jam, terdiri dari tidur malam 10-12 jam, tidur siang sekitar 1-3 jam.
- Usia 3 tahun, perlu total waktu 12-13 jam, terdiri dari 9-12 jam tidur malam dan tidur siang 1-3 jam.

Usia 4 tahun, perlu total waktu 9-12 jam, terdiri dari 11-12 jam tidur malam dan 0-2,5 jam tidur siang. (Anak juga boleh tidak tidur siang.

Usia 5 tahun, perlu total waktu 10-11 jam, terdiri dari 8-11 jam tidur malam dan 0-2,5 jam tidur siang (bisa tanpa tidur siang).

Usia 6 - 8, tahun perlu total waktu 10-11 jam yang didapat dari tidur malam tanpa perlu tidur siang.

Ajak anak bermain di luar
Setelah tidur siang, kita bisa mengajak anak bermain di luar. Dobel manfaat yang bisa didapatkan dengan bermain  di luar yaitu, berinteraksi dengan lingkungan, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan juga bergerak aktif.

[caption width="2250" align="aligncenter"] Cari belalang di rumput tetangga[/caption]
Bermain di luar kuanggap sebagai olahraga ringan bagi anak, jadi saat keluar rumah biasanya anak kuajak main sepeda, main bola, kejar - kejaran atau bermain bebas sesuka hati mereka. Anak yang bergerak aktif metabolisme tubuhnya akan meningkat sehingga turut meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Pola makan yang baik
Usia balita adalah masa emas bagi pertumbuhan anak. Sebaiknya terapkan pola makan yang baik dan seimbang dan cukupi gizinya. Pola makan yang baik misalnya sarapan, makan siang dan makan malam sesuai jadwal dengan menu karbohidrat, protein dan sayur yang seimbang. Diantara jam makan bisa diselingi cemilan seperti biskuit, snack basah atau buah - buahan.
Menjaga kebersihan
Memiliki balita aktif di rumah dengan banyak mainan memang rumah jadinya sering berantakan dan rapi. Tapi berantakan bukan berarti rumah kotor dan jorok. Jangan lupa untuk selalu menyapu dan mengepel lantai setiap hari meskipun ujung - ujungnya amburadul lagi karena berserakan mainan si kecil. Toilet juga perlu dibersihkan paling tidak 2 kali dalam seminggu. Kalau remah - remah makanan jatuh di lantai atau si kecil menumpahkan susu, segera dibersihkan agar tidak dihinggapi lalat, dikerubuti semut, sehingga jari sarang bakteri. Jangan bosan untuk menjaga kebersihan rumah demi menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang si kecil.
***

Semoga anak - anak kita senantiasa sehat dan dijauhkan dari berbagai penyakit. Semoga bermanfaat ya ^_^.

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

0 Response to "Gimana Ya Kalau Anak Lagi Sakit?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel