1 kehamilan, 7 dr.spog, 1 dr.subspesialis

Semingguan sebelum kamu lahir, saat kontrol mingguan mamah dirujuk dokter untuk rawat inap saat itu juga, karena ketuban kering..dan itu bisa membahayakan kamu nak. Terus terang kami gk siap, karena akung belum datang dr semarang, dan tentu saja butuh tenaga lain untuk menjaga kakak kira. Jadi kami meminta untuk bedrest drumah. Dokter pun memberikan beberapa syarat, dan menyodorkan surat pernyataan yg berisi pasien menolak rawat inap dan pihak dokter tidak bertanggung jawab jika terjadi apa apa padamu nak. Hati siapa yg tidak ciut? Kami pun menawar agar rawat inapnya diundur, menunggu akung datang dulu.

Mamah selalu ingat nasehat dari akungmu, setelah kunjungan galau ke dokter fetomaternal beberapa bulan sebelumnya "wes sing tenang. Rak usah dipikir abot, sing penting koe sehat, wes gak iso diapa2ke. Saiki pasrah ae karo gusti Allah, berdoa dan istighfar. Ojo ngeremehke istighfar soale istighfar kui obat segala penyakit. Pokoke istighfar terus sepanjang waktu".

Meakipun sempat anyang - anyangan, untungnya sih gak papa. Lalu 2 hari kemudian mamah dirawat inap nak, dan selama 2 malam, ternyata dokter hanya visit sekali dan itupun bukan usg. Mamah hanya diinfus dan disuntik obat2. Dan mamah hanya bisa menggalau karna tidak bisa melihat kondisimu lewat layar. Hari ketiga, saat USG ternyata ketuban kembali normal, dan mamah minta untuk pulang krna sesuai janji dokter, jika dicek ketuban normal maka kehamilan mamah bisa dilanjutkan. Tapi ternyata dokter meminta mamah menjalani tes rekam jantungmu nak. Dan hasilnya tidak bagus. Dokter meminta untuk observasi sehari lg. Tapi mamah udah lelah, jenuh dirumah sakit. Harus brp lama lagi mamah stay? mamah sudah pada titik memasrahkan semuanya pada Allah. Kasian juga kakak Kira rewel terus mencari mamah, mamah juga kangen kakak. Jadilah mamah dan ayah memutuskan untuk pulang atas keinginan sendiri.

Hari sabtu kemudian saatnya kontrol mingguan. Ternyata dokternya cuti, sampai hari rabu. Hadehhh.. ayah menawarkan untuk kontrol ke dokter yg lain. Tapi mamah juga udah capek gonta ganti dokter kandungan, menjelaskan kronologi kehamilan dr awal lgi bla bla bla.. yaweslah pasrah ae, berdoa terus pokoke. Semoga bisa kencan dengan bu dokter sabtu depan.

And the history begin on Rabu, 26 Agustus 2015
Pukul 05.00 wib
Mulai terasa mules2 tiap setengah jam. Tapi masih ringan. Mamah masih masak soto kesukaan kakak, mandiin, nemenin kakak main
Pukul 08.25 wib
Mules2 makin intens, dan mulai meringis menahan sakit. Kontak ayah yg lagi kerja, dan ayahpun bergerak pulang saat itu juga.
Pukul 10.00 wib
Sudah tidak tahan dengan sakitnya dan mulai keringat dingin. Tanpa menunggu ayah, mamah pun minta diantar ke rumah sakit pmi bogor.
Pukul 10.30 wib
Sampai di rumah sakit tergeletak tak berdaya di ruang igd. Mamah masih ingat saat itu keringat mulai bercucuran, sakitnya semakin mantap, dan mamah mulai mengeluarkan jurus tarik napas..lalu keluarkan sambil bilang haaaahhh plus sedikit teriak2. Mungkin saat itu mamah mengganggu pasien2 disana. Ayah baru datang 15 menit kemudin. Tampak tenang dn gk panik sm sekali. Terus terang mamah gondok liatnya, haha
Pukul 11.00 wib
Masuk kamar bersalin, dicek sudah bukaan 4. Sambil mengerang kesakitan mamah berusaha menjelaskan kondisimu yg bla bla bla. Ayahmu dah gk kepikiran kayaknya liat kondisi mamah saat itu. Bu bidan masih ingat mamah pernah rawat inap disana dan berkata"oh, ibu yg ada rekomendasi SC waktu itu ya?!". Kt  bu bidan bu dokternya kn cuti, yg available pak dokter dn mereka berusaha menghubungi beliau saat itu juga. Yasudah, mamah pasrah klo harus lairan dibantu pak dokter, karna selama ini mamah selalu menghindari dokter cowok. Tp berhubung darurat yoweslah. Dan sakitnya semakn menjadi nak. Di ruangan hanya ada mamah dan ayah. Ayahmu tiba2 keluar dn berteriak "suster, istri saya keluar darah.". Sambil berjalan tenang bu bidan masuk ruangan "baru bukaan 4 pak,gk usah panik. Mungkin bercak aja". Dan setelah dicek, "ohh..udah bukaan 8!!". Dan gk brapa lama terasa lg kontraksi "ketubannya nonjol tu", kt salah satu bidan. Dan byarr..pecah ketuban. Dicek lg.."oke, udah bukaan penuh". Dan salah satu bidan lgsung berlari memanggil bidan senior. Dan gk butuh waktu lama, dengan support ibu ibu bidan yang baik hati, kamupun lahir nak. Ditemani ayah. Hati mamah dag dig dug, dan ketika mendengarmu menangis mamah terharu. Sungguh. Kmupun diletakkan di dada mamah. Smuanya tampak normal, gk ada yang berbeda. "Anak saya gk knp2 suster?", tanya mamah. "Untuk sekarang cek tanda2 bayi baru lahir smuanya bagus bu. Tp nanti dicek lg sm dokkter anak.". Oia,harusnya ayah gk boleh disitu lhoh menemani mamah lahiran, krn mamah masuk perawatan kelas 3. Tp entah knp saat itu pada kesirep smua dan ayah tetap memegang tangan mamah sampe proses jahit menjahit di tengah. Salah satu bidan baru sadar dan membimbing ayah keluar ruangan
Pukul 12.07 wib
Tangisan pertamamu nak. Sungguh mamah masih takjub melihat kondisimu yg ternyata baik - baik saja. Kata dokter anakpun kondisimu bagus. Sungguh manusia hanya bisa berpikir, berencana, berprediksi dan mengira - ira. Tapi sungguh hanya Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Syukur alhamdulillah terima kasih ya Allah. Everything is beyond expectation. Padahal kami sudah menyiapkan hati melihatmu terbaring di ruang nicu. Mamah juga rela memilih fasilitas kelas 3 krn kami pikir biaya melahirkanmu nanti akan sedikit fantastis. Tapi sekali lgi mamah takjub akan kebesaran Allah nak, hanya nginap semalam besoknya kita boleh pulang..

Sampe saat ini mamah masih takjub memandangimu, sambil mengingat ngingat bulan2 galau saat mengandungmu, dimana setiap kunjungan ke dokter yg berbeda2, dokternya seakan2 berbicara dengan nada saya turut prihatin.

Sungguh mengandung kamu benar - benar mengingatkan ayah dan mamah untuk selalu menngingat Allah dan tidak putus berdoa, memohon penuh harap, dan berusaha dekat pada-Nya. Sungguh mamah takjub melihat ayah jd rajin baca quran. Sungguh mamah masih takkjub mengingat seminggu yg lalu, betapa mudah dan lancarnya proses ppersalinanmu nak.  InsyaAllah kami siap memenuhi nazzar kami. Dan semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan padamu, kakak kira, mamah, ayah dan keluarga kita semuanya. Aamiin

Welcome our new member Aruna Salma Putranggono, sehat2 terus ya semuanya, sampe mammah dn ayah gendong cucu :*. Aamiin

*ditulis tengah malam diantara 3 bayi yg tertidur pulas :P

0 Response to "1 kehamilan, 7 dr.spog, 1 dr.subspesialis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel