Mengukur Diri

Produk sudah ada, katanya enak dan semua suka. Packaging dan logo sudah ada walaupun masih sederhana, tinggal mempercantik saja. Pasar juga ada. Harga kompetitif dan bersaing dengan jaminan kualitas tinggi. Sudah tanya2 ke Depkes juga buat bikin ijin PIRT.nya. Semangat yang tinggi dan menggebu - gebu jadi modal utama selama ini.

Memang masih kecil2an. Hanya saja ketika sedikit2 migrain, sedikit2 masuk angin, sedikit2 leher kaku, kemudian vertigo. Dan kalo sudah vertigo bisa sampe semingguan nggliyeng gak ilang2 anak bojo keteteran. Dan kalo vertigonya sudah pake mual2 dan muntah sampe harus ke rumah sakit dan rontgen syaraf buat cari tau penyebabnya..  Aaarghh. Dan ketika untuk ke sekian kalinya suami bilang "Udah dek jangan capek2.." hanya saja kali ini dengan mimik muka serius. I think that's a warning for me. Sit down, take a breath.. and let me think.

Ya, saya akui kalo bisnis seperti ini memang melelahkan, apalagi jika dikerjakan sendiri, sambil momong balita pula. Tidur lebih sedikit, waktu istirahat berkurang. Mungkin itu yang bikin fisik jadi mudah ngedrop (baru juga anak 1, nanti kalo anak 2 begimana). Tapi mempekerjakan assisten bukanlah pilihan, karena saya bukan orang yang mudah percaya orang lain dan lebih suka mengerjakan semuanya sendiri, sehingga setiap produk bisa terpantau kualitasnya.

Ok. Untuk saat ini semangat saja tidak cukup. Saya harus mengukur diri.. and here I am.

bandeng

Hello "Bandeng Jenk Diar". I'm so sorry to leave you behind. I can't promise it just for a while.

Jadi intine gak jualan bandeng lagi (dan gak nitip dagangan lagi di kantor suami). It's over. Off dulu. Ambegan sek. Awalnya sedih sih, soalnya ekspektasi saya terhadap bandeng cukup tinggi.. Tapi ya lama2 biasa lagi. Sante kayak di pante. Gak ada drama petakilan ke pasar belanja ubo rampe. Ato gak ada drama mbungkusin bandeng sambil nyanyi2 menghibur Kirana yang merasa dicuekin. Semriwing kayak dikipasin. Berasa nyetir di jalan tol.nya Bakrie yang sepi itu. Tapi roller coster lebih menarik kan?! In the deepest of my heart somebody said "You have to challenge yourself. Get out from your comfort zone.". Dan karena keinginan mengumpulkan berlian pake uang sendiri juga masih tinggi -tapi mengurus anak tetep prioritas utama-, kemudian saya berpikir..apa yang bisa saya kerjakan.. ada gak ya kira2 supaya kita tetep berpenghasilan, tetep dirumah sambil momong anak, gak capek fisik, bukan olshop, sales mlm dan bukan bisnis kecantikan yang itu tuu..hihi. Setelah merenung, merenung dan cari2 info.. InsyaAllah ada. Modalnya cuma laptop, koneksi internet dan belajar lagi yang rajin. Gak capek fisik sih, tapi mungkin capek mikir kali ya. Setelah curhat ke suami ya suaminya mendukung2 aja biarpun agak2 meragukan kemampuan saya dan butuh pembuktian katanya.

Baiklah..Lets challenge our self dan buktikan ke mamas tercinta. Nothing to lose here, I just try to do my best. Semangat Di.. belajar yang rajin ya ^__^.

0 Response to "Mengukur Diri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel