Sebuah Peringatan

Sumber : http://www.islamweb.net


Kamis, 25 Maret 2010 boleh jadi merupakan satu moment yang tak akan terlupakan. Mulanya hari yang biasa saja,  pagi hari berangkat ke kantor dan mengerjakan rutinitas seperti biasa. Tepat jam pulang kantor sebenarnya tugasku sudah selesai, hanya saja teman – teman masih banyak yang belum selesai dan masih mengejar deadline hari itu, rasanya sungkan kalau aku pamit pulang duluan, jadinya kuputuskan untuk tetap tinggal dulu sambil numpang ngenet gratis.

Kira – kira pukul 19.30an aku dan seorang teman kantor pamit pulang. Entah tiba- tiba ada angin apa yang membuatku ingin jalan – jalan dulu sebentar melepas penat. Begitulah, jika merasa suntuk atau penat bawaanya pengen dibuat jalan – jalan, atau lihat – lihat pemandangan. pengennya sih ngeteh sambil duduk – duduk di taman ngliat bunga- bungaan. Berhubung di kosan gak ada taman dan yang indah – indah untuk dilihat, jadinya kuputuskan untuk jalan – jalan saja ke carefour buat ngadem sambil cucimata ngliat – ngliat sayuran dan buah – buahan segar (haha, aneh). Setelah puas dan sedikit refresh akhirnya aku membeli sedikit camilan dan segera pulang.

Kecelakaan itu..

Banyak yang bingung dan bertanya – tanya bagaimana kronologis kejadiannya, begitupun aku, aku juga tidak tahu karena aku tidak merasa menabrak sesuatu, ditabrak sesuatu, pada saat jatuh pun aku tidak merasa. Yang aku ingat bahwa aku sedang mengendarai motor, melewati lampu merah.. jalanan agak padat malam itu, jadi tidak mungkin aku membawa motor dengan kecepatan tinggi karena aku pun sudah cukup trauma membawa motor kencang - kencang. Hanya saja terakhir aku merasa perlahan suasana jadi senyap sepi. Kemudian ketika membuka mata aku sudah di puskesmas dengan pandangan kabur, kepala pusing, dan sakit sekujur badan. Dalam hati aku bertanya, “ada apa denganku..kenapa ini?”.  Aku hanya mendengar suara – suara disekitarku, salah satunya yang membuatku ngeri “Belakangnya mobil, untungnya bisa ngehindar dan gak nabrak mbaknya..”, Astaghfirullah, ternyata aku kecelakaan. Aku berusaha mengingat – ingat semuanya, segala hal, tapi tak bisa, sama sekali tak bisa dan aku tak ingat apapun. Tapi Alhamdulillah Allah masih memberikan nikmatnya..aku masih diperkenankan mengingat-Nya, aku masih mengingat Allah.. Aku pun memejamkan mata kembali, menangis sambil terus beristighfar dalam hati.

Entah berapa lama runtutan – runtutan kejadian mulai hadir kembali di ingatanku, pertama yang kuingat terakhir kali aku sedang ngobrol dengan teman sekantorku Novi, jadilah nama itu yang pertama kali kusebut (dia pasti GR banget, hehe). Katanya memang kesadaranku menurun dan linglung pada saat ditanya macam – macam. Dari proses di puskesmas, diangkut naik taksi, ke UGD hingga ct scan rasanya memang diriku setengah sadar, baru ketika masuk di kamar rawat aku merasakan diriku  benar – benar sadar sepenuhnya. Terima kasih untuk petugas – petugas puskesmas yang sudah mengorbankan pulsanya untuk menghubungi teman – temanku. Terima kasih juga untuk teman – teman yang sudah sangat baik dan sangat siaga pada malam itu , novi, wiwin, adhi, wawan, anang,. Serta mas Dida yang sudah dengan ikhlas menolong dan mengantar saya dari TKP ke puskesmas terdekat, dan menyelamatkan semua barang – barang saya utuh. Aku bahkan tidak tahu wajahnya seperti apa, tapi sementara sudah cukup lega karena sudah mengucapkan terima kasih meskipun hanya via sms. Thanks juga buat nugra, my best friend yang sudah sangat mengkhawatirkan saya dan.. tak bisa berkata – kata lagi euy. Jasa – jasa kalian takkan kulupakan.

Sekali lagi aku merepotkan orang tuaku. Tentunya sangat sedih, karena disaat aku sedang bertekad kuat untuk benar - benar mandiri dan ingin menyenangkan hati mereka, tapi sekali lagi aku membuat mereka khawatir dan merepotkan mereka.. Doaku selalu untuk kalian.

Alhamdulillah, barang – barang masih utuh dan gak ada yang hilang (cuman KTP aja yang raib).  Alhamdulillah kacamata pecah tapi mata saya masih utuh dan gak ada pecahan yang melukai mata.

Alhamdulillah gak sampai terjun payung dari Fly Over atau ditabrak mobil yang di belakang. Alhamdulillah gak sampai patah tulang dan diperban – perban, hanya lecet, bengkak dan memar – memar saja. Alhamdulillah meskipun sebelumnya sempat muntah darah dan sakit sekali kepalanya tapi hasil CT-Scan bagus dan gak ada gegar otak atau apapun yang mengkhawatirkan.

Alhamdulillah udah bisa jalan – jalan ke warnet dan nge-post tulisan ini.

Alhamdulillah..

Ada satu hal lagi yang lucu, Jumat pagi ketika aku masih terbaring lemah di rumah sakit ada sms dari seorang temanku Ito yang isinya cukup singkat “Diar, udah bangun belum?”, tadinya kupikir mungkin anak ini sudah dengar kabar tentang aku, namun ternyata dugaanku salah. Tak berapa lama diapun menelpon dan curhat “Diar, aq resign dari kerjaanku bla3x.. kosku dah habis dan aq pengen pindah kos biar gak inget2 lagi. Aq boleh sekamar berdua gak ma kamu?”, aku tersenyum saat itu dan langsung kujawab “Boleh To, sok aja malah seneng aq ada temennya..” , “Bener diar? Kamu sekarang lagi dimana?”, “Lagi di rumah sakit To, habis kecelakaan,,, bla3x”. terangku. “Hah? Bla3x.. brarti aku yang ngrawat & ngejagain kamu dunk.”, “Haha,, ya iyalah” , ujarku. Dalam hatiku, kebeneran banget nih kedatangannya si Ito bisa ‘dimanfaatkan’ ^^V. Yah, mungkin memang udah jalan dan arahannya begitu kali ya..

3 Responses to "Sebuah Peringatan"

  1. keren2..

    kunjung balik yah..

    http://programatujuh.wordpress.com/

    ReplyDelete
  2. waduh.. syifakillah...
    pengen jenguk...dirimu kosnya dimana?

    diar masih pusing dipasain nulis kyknya.. 25 februari bukan maret toh. ;)

    ReplyDelete
  3. syafakillah ya diar,
    semoga sedikit peringatan dari Allah nya bisa semakin dekat lagi sama Allah :D

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel