Mencintai Rasulullah

Sumber : www.togamas.com


Muhammad betul – betul unik. Didasarkan pada sumber – sumber berbahasa Arab dari abad ke-8 dan ke-9, buku ini mendekati dan mereportase kata – kata dari orang – orang lelaki maupun perempuan yang mendengar langsung Nabi Muhammad berbicara dan menyaksikan sendiri peristiwa – peristiwa dalam hidupnya. Martin Lings mampu menghadirkan kesederhanaan maupun keagungan cerita. Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad pada tahun 1983. Sejak itu karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu, dan sekarang Indonesia. Pada 1990, setelah buku ini mencuri perhatian Universitas Al Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Hosni Mubarak



Diantara deretan buku laris yang dipajang di etalase Gramedia Matraman, buku inilah yang paling mencuri perhatian saya. Warnanya eye catching perpaduan maroon-jingga, dengan nuansa silhouette khas padang pasir,  terlebih lagi judulnya Muhammad, membuat saya makin penasaran. Tanpa ragu saya langsung mencari buku tersebut di lantai 2. Membaca ringkasan di halaman belakangnya membuat makin jatuh hati dan ingin memiliki. Membayangkannya terpajang di lemari saja sudah sangat excited. Namun sayangnya tak ada sampel untuk buku ini, barangkali saking berharganya sampai – sampai tak ada satu bukupun yang terbuka segelnya sehingga sayapun tak bisa membaca baca sekilas isinya. Padahal biasanya, sebelum membeli saya selalu membaca sampel buku terlebih dahulu. Karena terkadang sampul dan resume sangat memikat, tapi isi bukunya tidak sesuai ekspektasi. Tapi karena sudah terlanjur suka dan penasaran, saya putuskan untuk membeli.

Saya awali dengan membaca biografi Martin Lings, sang penulis. Menurut catatan, diantara karya – karyanya, buku Muhammad inilah yang paling menonjol. Dan wow, ternyata beliau seorang Mualaf, yang hingga akhir hayatnya mendedikasikan diri untuk menulis karya – karya Keislaman. Hebat ya?! Rasanya tak salah membeli buku ini.

Ketika mulai membaca Bab 1, mulanya sedikit kecewa karena ternyata bahasanya agak “berat” dan banyaaak sekali nama – nama tokoh, suku - suku,  plus silsilah – silsilah keluarga yang susah banget dirunutnya. Namun karena sudah terlanjur beli saya paksakan diri untuk terus membaca.  Dan ketika saya coba menikmati halaman demi halaman buku ini, lama kelamaan saya seperti tersihir dan terus ingin membaca sampai habis. Terutama ketika mulai masuk Bab 8. Padang Pasir,  yaitu cerita ketika nabi didatangi oleh dua orang lelaki yang membelah dadanya, mengeluarkan hati kemudian membasuh dan menyucinya. Terlebih lagi kisah nabi ketika melakukan Isra Mi’raj dengan mengendarai Buroq, campuran kuda-keledai bersayap, sambil ditemani malaikat Jibril, yang kemudian bertemu rasul – rasul terdahulu, bertemu Allah dan melakukan negosiasi waktu sholat. Wow.. Subhanallah.

Pada intinya saya sukaaaaa banget dengan buku ini. Karena ceritanya bukan hanya sekedar dongeng belaka, tapi benar – benar kisah nyata perjalanan hidup Nabi. Coba bayangkan kalau kita hidup di Jaman itu. Jika direnungkan, perjuangan Nabi kala itu untuk mengenalkan, menyebarkan dan menegakkan agama Islam sungguh luar biasa. Dan pengikut – pengikut serta sahabatnya pun juga orang – orang yang luar biasa, sosok – sosok yang loyal dan kaffah, yang rela mengorbankan harta bahkan  nyawa demi Islam. Seharusnya kita bersyukur banget hidup di Jaman ini, yang sangat diberikan kemudahan dalam merasakan nikmat Islam. Namun kadang kita masih suka setengah – setengah. Hh, jadi malu sama diri sendiri.

Buku inilah yang menemani malam – malam Ramadhan saya. Dari pulang terawih, hingga ketiduran, sampai terbangun sahur. Mengenal sosok Nabi lebih dekat membuat saya makin terpesona. Perjuangannya bikin terharu.

Muhammad, you fill my heart.. ^_^

0 Response to "Mencintai Rasulullah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel