#CerdasDenganUangmu, Tentang Bank Syariah

Sumber : nu.or.id

Sebagai seorang full time job hunter, saya mencoba memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik – baiknya, salah satunya dengan mengikuti Short Course Bank Syariah yang diadakan oleh STEI Yogyakarta dan Bank Muamalat. Beberapa kali pertemuan namun banyak sekali yang saya dapatkan (ya iyalah, sekali pertemuan dari ba’da dhuhur sampe maghrib). Khususnya seputar dunia perbankan syariah dan ekonomi Islam.

Pada satu kesempatan ada seorang peserta kursus yang mengeluhkan kepada saya, bahwa menurutnya sistem hingga pelaksanaan pendanaan di Bank Syariah sesungguhnya sama saja dengan Bank Konvensional, yang membedakan hanya istilah yang dipakai di Bank Syariah menggunakan istilah – istilah Islam. Kemudian tak berapa lama seorang peserta kursus menanyakan hal serupa kepada pengajar. Dan ketika pertanyaan serupa dideperdebatkan oleh ayah saya yang notabene adalah nasabah Bank Syariah sekaligus Bank Konvensional, saya jadi semakin bertanya – tanya. Apakah memang image seperti itu yang umumnya diterima masyarakat terhadap Bank Syariah?

Bagi saya sendiri konsep Bank Syariah cukup mudah diterima. Dari nama juga terlihat jelas bahwa Bank Syariah dijalankan dengan prinsip syariah sedangkan Bank Konvensionel tidak, meskipun dari sistem maupun pelaksanaan barangkali memang sama. Konsep bagi hasil dengan kesepakatan pembagian persen keuntungan yang ditetapkan di awal oleh Bank Syariah dengan nasabah tidak akan merugikan salah satu pihak.

Terlepas dari itu semua, sebagai seorang Muslim tentunya kita punya prinsip dan pandangan bahwa dalam menjalankan segala bentuk kehidupan butuh yang namanya batasan dan aturan. Bank Syariah memberikan solusi bisnis perbankan bagi umat Muslim, dimana segala sendi yang dijalankan mulai dari pembiayaan, jual beli, investasi hingga perputaran dana, tidak akan bertentangan dengan syariat – syariat Islam, sehingga nasabah bisa merasa tenang dan aman dengan menitipkan dananya di Bank Syariah.

Nilai tawar yang diberikan juga cukup bagus, yaitu asas maslahat dan keadilan, dimana dalam menjalankan suatu bisnis, kedua hal tersebut sangat penting dan harus dijunjung tinggi. Paling tidak itulah yang bisa saya simpulkan dari kursus singkat Bank Syariah tersebut.

Sedikit dilema juga karena kita tidak bisa begitu saja menafikan keberadaan Bank Konvensional. Tapi kehadiran bank syariah saat ini seperti oase bagi orang muslim yang mendambakan sistem perekonomian Islam.

Apapun Bank pilihanmu, jangan lupa untuk konsisten menabung dan berinvestasi.

#CerdasDenganUangmu

0 Response to "#CerdasDenganUangmu, Tentang Bank Syariah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel