Km 22

Sumber : www.fotolia.com


Pagi ini. Rintik hujan turun perlahan, alunannya merdu, membius dan merayu.. mengusikku yang sedang terpekur dengan secarik surat di tangan. Bahasanya yang indah membuatku bertahan dan kembali tenggelam dalam maknanya. Tak kuhiraukan rayuan si rintik hujan.. Namun.. semakin lama semakin keras..semakin deras..seolah meminta perhatianku untuk sedikit meliriknya. 1 menit.. 2 menit.. 5 menit.. kutegakkan wajahku dan beranjak menghampiri dinding kaca berterali yang menancap anggun tak jauh dari tempatku menyandarkan punggung. Kunyamankan diri diatas kursi malas di dekatnya. Sambil menerawang melewati dinding kaca itu, kulayangkan pandang ke tembok putih di sisi pagar..tampak dingin..basah oleh air hujan yang membelainya, membekaskan ritme yang cantik. Bunga – bungaku tampak segar dan menari – nari tersapu angin. Bau tanah semerbak menyeruak, wanginya menghampiri relung – relung jiwaku, nyaman..menenangkan.

Dalam kehangatan jiwa yang bertabur emosi penuh warna, aku terpejam, dan kunikmati simfoni alam.




Ya Rabb..

Ini tentang aku dan Kamu. Tentang nafas yang kau alirkan kedalam setiap pembuluh darahku. Atas nikmat hidup yang kau limpahkan lewat kedua mata ini, kedua tangan, kaki, telinga dan semuanya. Terima kasih. Rasanya tak banyak dzikir yang terucap ataupun doa yang terpanjat. Namun begitu Kau mencintaiku, dan begitu sering aku melupakan-Mu. Maafkan aku.




Ya Rabb..

Di setiap pemberhentian keretaku, semoga itu bukan perjalanan yang sia – sia. Aku hanya seorang hamba, yang mencoba memaknai setiap kisah hidup ini. Di km 22 ditemani alunan hujan yang merdu, aku merenungi kisah – kisahku terdahulu. Malu, tangis, tawa. Kau buat aku merasakan semuanya. Dan betapa aku menikmatinya.. Duhai maha pembolak balik hati, jika Kau panjangkan nafas ini, dewasakan aku dalam setiap pemikiranku, sadarkan aku dari tiap kekhilafanku, dan ijinkan aku untuk merangkai banyak cerita.




Ya Rabb..

Maha pemberi cinta.

Jika Kau memberiku cinta, bangunkan aku jika jatuh karenanya.

Jika Kau memberiku cinta, sembuhkan aku jika terluka karenanya.

Jika Kau memberiku cinta, tenangkan aku jika menangis karenanya.

Jangan biarkan aku hanya dekat dengan-Mu dikala sedih dan gundah

Ajari aku untuk selalu mencintai-Mu, dan mencintai yang lain hanya karena-Mu.




Ya Rabb..

Tunjukkanlah padaku.. bahwa yang benar adalah benar

Semoga aku dapat menjalankan

Dan..tunjukkanlah padaku.. bahwa yang salah adalah salah

Semoga aku dapat menjauhinya




Ya Rabbi..

Setiap detik begitu langka

Apa yang bisa kulakukan? Apa yang bisa kuberikan?

Tuntun aku

Ridhai tiap langkah dan jalanku..

Aminn




Asbahna ‘ala fitratil Islam..wa kalimatil ikhlash..




Alunan merdu pelan menghilang, berganti dengan kehangatan mentari yang memancar. Datang sebentar namun begitu meninggalkan kesan. Hujan..aku akan merindukanmu selalu..







______________________________________________________________________







0 Response to "Km 22"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel